Uniknya Si Dua Tahun

Posted on Thu, 17 Mar 2011 09:00 // By
0 comments

Memang sudah bukan saatnya untuk si Kecil hanya duduk tenang dan manis. Di usia dua tahun, dia akan mulai “menguras” tenaga, dan tentunya, kesabaran mama.

Familiar dengan istilah Terrible Twos? Tahun kedua ini memang banyak terjadi perkembangan, tidak hanya secara fisik saja tapi juga perilaku si Kecil. Batita Mama sudah menjadi manusia kecil yang memiliki keinginan, dan bahkan tidak pernah segan-segan mengekspresikannya. Selain itu, si Kecil bahkan sudah bisa membantah setiap perkataan Mama bila dia merasa tidak sepaham. Separah itukah fase ini? Tenang saja, si dua tahun ini tidak separah seperti yang dibicarakan jika mama tahu cara menghadapinya.

Keras Kepala
Sulitnya: Si Kecil berusia dua tahun umumnya keras kepala. Namun begitu juga halnya dengan remaja berusia 13 tahun atau 16 tahun, bukan? Hanya saja, berbeda dengan remaja, si Kecil ini bersikeras dengan pendapatnya tanpa bisa memahami orang lain karena memang mereka belum memiliki kemampuan tersebut. Mereka tidak akan peduli betapa malunya mama saat harus mendiamkan tangisan dan jeritannya di tengah-tengah acara ibadat misalnya.


Sesungguhnya: Ambil saja sisi positifnya. Anak-anak usia dua tahun ini malahan lebih transparan karena mereka tidak pernah ragu atau malu-malu untuk membiarkan mama tahu apa yang sedang diinginkannya daripada seorang remaja. Jadi mama tahu bagaimana harus bertindak.

 

Pembantah
Sulitnya: Sementara si Kecil ini bisa mengungkapkan argumen semampunya, mama juga bisa dengan mudah mematahkan pendapatnya atau tidak menurutinya. Namun si Kecil yang menangis karena berusaha melawan–tapi tidak bisa–ini akan menyulitkan mama untuk menenangkannya. Terutama karena mama terkadang tidak punya gambaran apa yang membuatnya kesal, dan secara verbal dia belum bisa mengungkapkan apa yang dipikirkan atau dirasakan dengan baik.


Santai saja: Walaupun mama tidak benar-benar yakin atas hal apa yang membuat anak kesal, mama punya kesempatan besar untuk mengalihkan perhatiannya. Selain itu, saat berurusan dengan batita yang suka membantah ini mama juga selalu punya kesempatan untuk mengeluarkannya dari situasi tersebut—hal yang tidak bisa selalu mama lakukan dengan anak SD.

 

Mood Kereta Luncur
Sulitnya: Sudah bukan hal aneh jika mood si kecil begitu cepat naik turun bak kereta luncur. Saat-saat ”darurat” seperti ketika lapar atau lelah seringkali membuat mereka rewel. Berbeda dengan anak yang sudah lebih besar, saat suasana hatinya buruk, si Kecil juga tidak bisa mengendalikan diri sendiri untuk mengembalikan keceriaannya. Ini yang membuat tantrum seringkali terjadi.  


Santai saja: Untungnya, karena menyadari sedang berurusan dengan si kecil berusia dua tahun, mama bisa memersenjatai diri dengan makanan kecil, mainan, atau aktivitas menyenangkan untuk menaikkan suasana hatinya yang turun. Hal yang tidak mudah dilakukan dengan anak yang lebih besar dan sudah lebih tahu bahwa kekesalannya sedang berusaha dialihkan oleh mama.

 

Source:
www.baby-maternity.com
www.keepkidshealthy.com
www.supernanny.com
www.positiveparenting.com


 

Like This Article? You Have to login to like this article
people like this article

Tinggalkan Komentar

You have to Login to be able commenting this post

0 Komentar

Dengarkan Petunjuknya dan Temukan Bolanya!

Posted on Wed, 25 Aug 2010 02:00
0

 Membesarkan anak memang menjadi suatu tantangan tersendiri bagi orang tua. Nyatanya, hubungan antara orang tua dan anak yang nyaman dan harmonis akan berpengaruh pada perilaku anak. Parenting educator Elizabeth Pantley,… more >>

Kampoeng Air Katulampa

Posted on Thu, 25 Nov 2010 07:00
0

Mama dan si Kecil bosan dengan outbond yang biasa-biasa saja?Bagaimana kalau mencoba Arung Jeram? Ya, betul, Arung Jeram. Tepatnya berlokasi di Kampoeng Air Katulampa.   Di Kampoeng Air Katulampa, tersedia… more >>

logoMoo Footer
Unilever
Wall's